Isnin, 12 Mac 2012

Kuatkan Lah Semangat Ku :'(

Ya Allah, Kau kuatkan lah semangatku ,walaupun esok tiada berita gembira buat kami tiada apa yang aku harus buat ,semangat ku lemah semangat ku sudah pun kabur ,Ya Allah ,Ya Tuhanku kuatkan la hati ini walaupun masa tidak di izinkan oleh Mu ,hati ku sedih hati ku dukacita ,Hanya Engkau tempat aku mengadu dan memohon petolongan Mu ,sesungguhnya Engkau lah yang terbaik memberi berita gembira kepada ku . .hanya Engkau yang tahu akan segala galanya yang terbaik untuk diriku ini . Tapi apa kan daya aku hanya lah hamba Mu selalu memohon petolongan dan keampunan kepada Mu ,Ya Allah ampunilah dosaku :'( .Namun aku selalu membuat dosa ,aku hina aku jijik disisi Mu Ya Allah ,Ya Allah ampunilah segala dosaku ini :'(.. ,Berikanlah yang terbaik untuk diriku ini :'( .Ya Allah ,Ya Tuhanku tabahkan lah aku menghadapi dugaan dugaan Mu .sesungguhnya aku lemah untuk hadapi semua ini  Ya Allah :'( ,tabahkan lah diriku ini Ya Allah ,aku redha akan kehendak Mu ,hanya Engkau takdir penentu segalanya . . 

Selasa, 21 Februari 2012

KENAPA MESTI TETAP MEMBACA WALAUPUN TIDAK MEMAHAMI?

KENAPA MESTI TETAP MEMBACA WALAUPUN TIDAK MEMAHAMI?
Terdapat seorang lelaki tua yang tinggal di sebuah ladang di Kentucky, US dengan cucunya. Setiap pagi, Si datuk akan membaca Al-Quran di ruang dapur. Si cucu yang melihat, juga meniru perbuatan datuknya itu.
Satu hari si cucu bertanya kepada datuknya, “Atuk, saya baca Quran ini tapi tak fahamlah maksudnya.  Kalau faham pun saya akan lupa bila tutup Al-Quran. Jadi apa gunanya kita baca Al-Quran ini?”
Si Datuk lalu berpaling sebentar dan mendapatkan sebuah bakul yang kotor kerana diisi arang sebelumnya. “Nah, kau pergi sungai, bawak air dalam bakul ni.”
Si cucu pun bergegas ke sungai yang berhampiran dengan rumah mereka di ladang. Apabila pulang, tiada lagi air yang tinggal di dalam bakul tersebut.
“Kau lambat sangat, cuba lari laju-laju sikit.” Si cucu pun berlari ke sungai dan apabila tiba di hadapan datuknya, tiada juga air yang tinggal.
“Tak bolehlah, Atuk.”
“Cuba sekali lagi.” Kali ini datuknya melihat dari pintu. Si cucu pun cepat-cepat ke sungai dan berlari membawa bakul untuk ditunjukkan kepada datuknya. “Nampak tak Atuk? Tak boleh. Tak ada gunaya.” Bentak si cucu.
Si Datuk pun berkata, “Jadi kau rasa tak bergunalah? Cuba kau tengok bakul tu.”
Seperti baru tersedar, si cucu baru perasan yang bakul yang tadinya kotor, kini sudah bersih. Terus si datuk menyambung, “Macam itulah dengan membaca Al-Quran, walaupun tidak memahami maksudnya, tetapi ia tetap membersihkan si pembacanya. Itu semua dengan kehendak Allah. Kerja Allah SWT.”
  “Al-Qur’an itu adalah sebuah kitab agama, kitab kemajuan, kenegaraan, persaudaraan dan perundangan. Al-Qur’an mengandungi isi yang lengkap, daripada urusan ibadat, akidah, akhlak hingga pekerjaan sehari-hari dan daripada urusan rohani hingga jasmani seterusnya. Ia juga menerangkan segala pembalasan atas amalan manusia. Sebab itu amat besar perbezaan Al-Qur’an dengan Bible. Dalam Bible, tidak ada peraturan yang berhubung keduniaan melainkan cerita untuk penyucian diri. Bible tidak boleh menandingi Al-Qur’an kerana Al-Qur’an bukan sahaja menerangkan kaitan amalan keagamaan, bahkan mengupas asas politik kenegaraan. Al-Qur’an menjadi sumber undang-undang dasar memutuskan semua perkara yang berhubung dengan material kejiwaan.”

Ahad, 19 Februari 2012

Kejarlah Akhirat


  "Hai Kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang  kekal."  (Al Mu'min : 39 ) 
    Rasulullah SAW pernah memberi nasihat kepada Ibnu Umar, "Jadilah kamu didunia ini seperti orang asing atau pengembara dalam perjalanan" dan seolah-olah Ibnu Umar berkata, "Jika kamu berada diwaktu sore jangan tunggu pagi dan jika kamu diwaktu pagi jangan menunggu sore. Lakukanlah diwaktu sehatmu sebelum engkau sakit dan diwaktu hidupmu untuk kematianmu." (H.R. Bukhari).
Sekarang ini masih sangat banyak orang yang lalai terhadap kehidupan akhirat. Padahal setiap orang mengakui bahwa dirinya tidak kekal. Meraka yakin bahwa suatu saat dia akan meninggalkan dunia, tetapi uniknya mereka seolah-olah tidak peduli mau kemana setelah kematian. Kepercayaannya terhadap hidup sesudah mati tidak kokoh, apalagi membentuk pribadi dan sifat pembawaannya. Hal ini paling tidak disebabkan tiga faktor :
  1. Mereka tidak mengenal hakikat dunia yang sekarang dijalanninya.
  2. Mereka masih ragu terhadap keterangan-keterangan yang diberikan Allah didalam Al Qur'an tentang kehidupan dunia dan akhirat.
  3. Mereka tidak mendominasi diri dengan keterangan-keterangan tersebut dan membiarkan dirinya dalam kelalaian dengan mengejar-ngejar kehidupan duniawi.
Hakikat Dunia
       Berdasarkan sabda Rasulullah kepada Ibnu Umar diatas, dunia tak lain hanyalah kesenangan sementara. Orang yang hidup didalamnya tidak ubahnya seorang perantau yang akan kembali ke kampung halamannya. Seorang perantau yang baik tentu tahu bahwa ia harus menyiapkan bekal yang cukup agar perjalanan pulangnya nanti menyenangkan dan dikampung halaman kembali dengan gembira. Tetapi para perantau yang lalai tidak peduli dengan keadaan dirinya yang berada dinegeri orang. Ia bersikap seenaknya dan semau gue. Tba masanya ia akan diusir kembali kekampung halaman dengan keadaan hina dan sengsara. Tidakkah ia memperhatikan firman Allah berikut ini , "Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megaha diantara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengangumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu" (Al Hadid : 20)
       Rasulullah saw senantiasa mengingatkan para sahabatnya tentang hakikat dunia agar mereka tidak terperosok ke dalam tipuannya. Antara lain beliau bersabda : "Dunia ini cantik dan hijau. Sesungguhnya Allah menjadikan kamu Khalifah dan Allah mengamati apa yang kamu lakukan, karena itu jauhilah godaan wanita dan dunia. Sesungguhnya fitnah pertama yang menimpa bani Israil adalah godaan kaum wanita"(H.R. Ahmad). Kendati dunia tempat yang tidak kekal tetapi hendanya dijalani dengan serius. Seorang Muslim harus mampu menggenggam dunia, bukan dihatinya tetapi ditangannya. Ibarat kendaraan, dunia harus kita tunggangi bukan menunggangi kita. Karena dunia menentukan keadaan baik buruknya kita diakherat nanti. Dunia yang baik (hasanah dunia) bagi seorang muslim adalah dunia yang diarahkan ke akhirat. Artinya kita wajib menjalani hidup dunia sebagai wasilah (sarana) untuk mencapai kebahagianan akhirat kelak. Ada tiga bentu manusia dalam menghadapi kehidupan akhirat, yaitu :
  1. Orang yang kufur terhadap kehidupan akhirat.
           Yaitu mereka yang mengganggap hidup akherat itu sebagai khayalan atau sekedar isapan jempol. Mereka mengingkari adanya kehidupan yang lain setelah kematian. Karenanya mereka perduli dengan syurga dan tidak takut dengan ancaman neraka. Bila dikatakan kepada mereka tentang ancaman Allah, pastilah mereka mengejek dan menghinakan firman Allah : "Mereka hanya mengetahui yang zhohir dari kehidupan dunia sedangkan terhadap kehidupan akhirat mereka lalai"(Ar Rum : 8). Maka kelompok ini berusaha untuk meraih kesenangan hidup sebanyak-banyaknya tanpa memperdulikan halal atau haram, hak orang lain ataupun kepentingan masyarakat. yang penting dirinya puas dan merasa senang.
  2. Orang yang mengimani akhirat tetapi tidak bekerja untuk memperolehnya.
           Yaitu orang yang enggan dan bermalas-malasan dalam mencari akhirat. Padahal ia tahu bahwa akhirat itu merupakan kehidupan sebenarnya. Mereka tahu syurga itu indah dan penuh kenikmatan namun tidak berupaya untuk meraihnya. Mereka tahu bahwa siksa neraka itu mengerikan dan dahsyat tetapi mereka tetap melakukan perbuatan yang dapat menyeretnya keneraka. Iman mereka tantang akhirat dipenuhi keraguan sehingga tidak membentuk sikap dan prilakunya, Firman Allah : "sebenarnya pengetahuan mereka tentang akhirat tidak smapai (tanggung-tanggung) malahan mereka ragu-ragu tentang akhirat itu, lebih-lebih lagi mereka buta daripadanya" (An Naml : 66). Kelompok ini dan kelompok pertama tadi perbuatannya tidak berorientasikan akhirat. Akibatnya ia ditunggangi kesenangan duniawi. Allah mengancam :"Barang siapa yang menghendaki kehidupan sekarang (duniawai), maka kami segerakan baginya didunia itu apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki dan kami tentukan baginya neraka jahanam. Ia akan memasukannya dalam keadaan tercela dan terusir"(Al Isra : 18).
  3. Orang Yang mengimani akhirat dan bekerja keras untuk meraih kebahagiannya
           Yaitu mereka yang yakin dengan janji-janji Allah yang ditetapkan bagi manusia sebagai balasan bagi perbuatannya didunia. Keyakinan ini bersumber dari pengenalan dan penghayatan terhadap ayat-ayat Al Qur'an atau keterangan Rasulullah tentang akhirat. Mereka meyakini bahwa kesuksesan sejati adalah selamat dari api neraka dan masuk kedalam surga. Firman Allah : "Setiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukan kedalam surga maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan yang memperdayakan" (Ali Imran : 185).
       Seluruh tingkah laku dan perbuatan seorang muslim diarahkan agar berniali ibadah sehingga hidupnya penuh barokah dan pahala. Kendati demikian seorang muslim meyakini bahwa seseorang masuk surga bukanlah karena amal sholeh yang dilakukannya, tetapi karena rahmat dan kasih sayang Allah. karenanya setiap muslim berkewajiban mengharapkan keridhaan Allah dan pahala hari akhirat dengan sebenarnya. "Dan barang siapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha kearah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah seorang muslim, maka meraka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik" (Al Isra : 19). Dengan kata lain, mereka yang mengejar akhirat akan memperoleh akhirat dan dunia, sedangkan yang hanya mengejar dunia akan mendapat dunia saja. Tidak ada baginya sedikitpun bagian akhirat.

Khamis, 16 Februari 2012

Taubat berulang dibenar pastikan hati sentiasa bersih


Taubat berulang dibenar pastikan hati sentiasa bersih
MANUSIA tidak sunyi daripada dosa. Hanya perbezaannya sama ada dia melakukan dosa besar atau kecil. Sebab itu Allah menyediakan taubat untuk membersihkan dosa. Untuk meletakkan dosa sentiasa dibersihkan, taubat hendaklah dilakukan sepanjang masa.
Setiap kali melakukan dosa, bersegera bertaubat. Namun, tidak pula kita mengambil kesempatan melakukan dosa dan kemudian bertaubat. Setiap taubat hendaklah diiringi perasaan menyesal melakukan perbuatan dosa. Kemudian tanam di dalam hati tidak mahu mengulangi perbuatan itu.
taubatberulang.jpgYang dikatakan berulang-ulang taubat ialah jika terlanjur melakukan dosa lagi, biarpun ketika taubat sudah berikrar tidak akan mengulanginya. Sememangnya, manusia memiliki sifat lupa dan lalai. Keadaan iman yang lemah mudah mendorong manusia lupa pada ikrar sendiri.
Paling ketara, kelalaian dan lupa berlaku ketika usia muda. Jiwa muda mudah tertipu dengan muslihat yang dirancang syaitan.
Sebab itu timbul ungkapan, muda hanya sekali. Masa muda lakukan apa saja yang diingini tanpa memikirkan dosa. Apabila tua nanti, taubat dan beribadat banyak. Namun, kebanyakan mereka itu lupa, maut tidak mengenal usia.
Sedangkan, syaitan pula tidak mengenal usia untuk menyesatkan manusia. Jika ketika usia muda mudah tergoda hasutan syaitan, begitu juga ketika tua. Syaitan akan memberi tumpuan kepada golongan tua agar terus melakukan kejahatan dan lupakan taubat. Syaitan tidak mahu usahanya dahulu sia-sia apabila manusia bertaubat dan banyak beribadat sebelum menemui ajal.
Allah swt berfirman :
Sudah dekat kepada manusia hari hisab segala amalan mereka sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya). Tidak datang kepada mereka suatu ayat al-Quran pun yang baru (diturunkan) daripada Tuhan mereka, melainkan mereka mendengarnya, sedang mereka bermain-main. (Surah al-Anbiya, ayat 1-2).
Dalam diri manusia ada hati, yakni seketul darah yang berperanan mengawal perlakuan jasad dan minda manusia. Perlakuan dosa yang diulang-ulang secara sedar membentuk titik hitam di hati.
Terlalu banyaknya titik hitam menyebabkan warna hati bertukar menjadi gelap. Secara rohaniahnya, titik hitam yang tidak dibersihkan akan menyebabkan lebih banyak lupa dan kelalaian.
Taubat dapat membersihkan hati. Seperti pakaian, jika hendak kelihatan sentiasa bersih, kenalah sentiasa dibasuh. Kekotoran yang banyak dan lama tidak dibersihkan sukar untuk dibersihkan kemudiannya.
Ada sebahagian tidak berasa berdosa terhadap apa dan kepada sesiapa pun. Ia berpunca kurang didikan agama dan hidup pada persekitaran tidak mesra agama. Kesannya, dosa kecil berlaku berterusan dan yang besar menjadi kebiasaan.
Jika berlaku dosa, maka segeralah mohon keampunan Allah. Ia termasuk dosa kecil. Jangan menganggap dosa kecil tidak mengotorkan hati. Ini bagi membina kehidupan yang berasakan tidak senang biarpun hanya membabitkan dosa kecil.
Apabila amalan baik sudah sebati dengan diri, ia akan memberikan rasa kekebalan untuk menghadapi cabaran lebih besar.
Justeru, taubat berulang-ulang menjadikan hati sentiasa bersih. Keadaan itu dengan sendirinya sukarlah kekotoran lain melekat. Cahaya keimanan terpancar dari hati menghalang perbuatan dosa disengajakan.
Sebaliknya, hati yang kotor lebih tertarik melakukan perbuatan dosa. Lama kelamaan hati akan tertutup terus daripada cahaya keimanan. Sukarlah untuk kembali ke jalan diredai. Namun begitu, Allah itu Maha Pengampun bersedia sanggup menghapuskan segala dosa hamba-Nya yang bertaubat.
Doa adalah cara mengelak godaan syaitan. Ia satu usaha yang meletakkan kita dalam sedar dan berhati-hati terhadap ancaman. Hati akan terasa dekat dengan Allah dan sentiasa menyerahkan urusan hidup kepada-Nya.

Rabu, 1 Februari 2012

Jauhi kami dari api nerakaMu ya Allah!!!

Jauhi kami dari api nerakaMu ya Allah!!!

Assalamualaikum....

Sekadar satu tazkirah untuk diriku yang sering lupa.....ampunkan dosa kami ya Allah....jauhi aku dan semua umat Islam dari siksa api neraka.!!



YA ALLAH YA RAHMAN YA RAHIM, lindunglilah dan peliharakanlah kami, kedua ibubapa kami,suami kami, isteri kami, anak-anak kami, kaum keluarga kami & semua orang Islam dari azab seksa api nerakaMu YA ALLAH.
Sesungguhnya kami tidak layak untuk menduduki syurgaMu YA ALLAH, namun tidak pula kami sanggup untuk ke nerakaMu YA ALLAH.
Ampunilah dosa-dosa kami, terimalah taubat kami dan terimalah segala ibadah danamalan kami dengan RAHMATMU YA ALLAH......AMIN.....

Luasnya Neraka


Yazid Ar Raqqasyi dari Anas bin Malik ra. berkata:
Jibrail datang kepada Nabi SAW pada waktu yg ia tidak biasa datang dalam keadaan berubah mukanya, maka ditanya oleh nabi s.a.w

"'Mengapa aku melihat kau berubah muka?"

Jawabnya:

"Ya Muhammad, aku datang kepadamu di saat Allah menyuruh supaya dikobarkan penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orang yg mengetahui bahawa neraka Jahannam itu benar, dan siksa kubur itu benar,dan siksa Allah itu terbesar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa aman dari padanya."
Lalu nabi s.a..w. bersabda:

"Ya Jibrail, jelaskan padaku sifatJahannam."

Jawabnya:

"Ya. Ketika Allah menjadikan Jahannam, maka dinyalakan selama seribu tahun, sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun sehingga putih, kemudian seribu tahun sehingga hitam, maka ia hitam gelap, tidak pernah padam nyala dan baranya. Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan terbuka sebesar lubang jarum nescaya akan dapat membakar penduduk dunia semuanya kerana panasnya. Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan satu baju ahli neraka itu digantung di antara langit dan bumi nescaya akan mati penduduk bumi kerana panas dan basinya. Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan satu pergelangan dari rantai yg disebut dalam Al-Quran itu diletakkan di atas bukit, nescaya akan cair sampai ke bawah bumi yg ke tujuh. Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan seorang di hujung barat tersiksa,nescaya akan terbakar orang-orang yang di hujung timur kerana sangat panasnya, Jahannam itu sangat dalam dan perhiasannya besi dan minumannya air panas campur nanah dan pakaiannya potongan-potongan api. Api neraka itu ada tujuh pintu, tiap-tiap pintu ada bahagiannya yang tertentu dari orang laki-laki dan perempuan."

Nabi s.a.w. bertanya:

"Apakah pintu-pintunya bagaikan pintu-pintu rumah kami?"

Jawabnya:

"Tidak, tetapi selalu terbuka, setengahnya dibawah dari lainnya, dari pintu ke pintu jarak perjalanan 70,000 tahun, tiappintu lebih panas dari yang lain 70 kali ganda.' (nota kefahaman: iaituyg lebih bawah lebih panas)"

Tanya Rasulullah s.a.w.:

"Siapakah penduduk masing-masing pintu?"

Jawab Jibrail:

"Pintu yg terbawah untuk orang-orang munafik, dan orang-orang yg kafir setelah diturunkan hidangan mukjizat nabi Isa a.s.. serta keluarga Fir'aun sedang namanya Al-Hawiyah.
Pintu kedua tempat orang-orang musyrikin bernama Jahim,
Pintu ketiga tempat orang shobi'in bernama Saqar.
Pintu ke empat tempat Iblis dan pengikutnya dari kaum majusi bernama Ladha,
Pintu kelima orang yahudi bernama Huthomah.
Pintu ke enam tempat orang nasara bernama Sa'eir.'
Kemudian Jibrail diam segan pada Rasulullah s.a.w.. sehingga ditanya:

"Mengapa tidak kau terangkan penduduk pintu ke tujuh?"

Jawabnya:

"Di dalamnya orang-orang yg berdosa besar dari ummatmu yg sampai mati belum sempat bertaubat."

Maka nabi s.a.w. jatuh pingsan ketika mendengar keterangan itu, sehingga Jibrail meletakkan kepala nabi s.a.w. di pangkuannya sehingga sedar kembali dan sesudah sadar nabi saw bersabda:

"Ya Jibrail, sungguh besar kerisauanku dan sangat sedihku, apakah ada seorang dari ummat ku yang akan masuk kedalam neraka?"

Jawabnya:

"Ya, iaitu orang yg berdosa besar dari ummatmu."

Kemudian Nabi s.a.w. menangis, Jibrail juga menangis, kemudian Nabi s.a.w.masuk ke dalam rumahnya dan tidak keluar kecuali untuk sembahyang kemudian kembali dan tidak berbicara dengan orang dan bila sembahyang selalu menangis dan minta kepada Allah.

(Dipetik dari kitab 'Peringatan Bagi Yg Lalai')

DariHadith Qudsi: Bagaimana kamu masih boleh melakukan maksiat sedangkankamu tak dapat bertahan dengan panasnya terik matahari Ku.
Tahukah kamu bahawa neraka jahanamKu itu:
1. Neraka Jahanam itu mempunyai 7 tingkat
2. Setiap tingkat mempunyai 70,000 daerah
3. Setiap daerah mempunyai 70,000 kampung
4. Setiap kampung mempunyai 70,000 rumah
5. Setiap rumah mempunyai 70,000 bilik
6. Setiap bilik mempunyai 70,000 kotak
7. Setiap kotak mempunyai 70,000 batang pokok zarqum
8. Di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 ekorular
9. Di dalam mulut setiap ular yang panjang 70 hastamengandungi lautan racun yang hitam pekat.
10. Juga di bawah setiap pokok zarqum mempunyai70,000 rantai
11. Setiap rantai diseret oleh 70,000 malaikat

Mudah-mudahan ini dapat menimbulkan keinsafan kepada kita semua......Wallahua'lam.

Al-Quran Surah Al- Baqarah Ayat 159
"Sesungguhnyaorang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan dariketerangan-keterangan dan petunjuk hidayat, sesudah Kami terangkannyakepada manusia di dalam Kitab Suci, mereka itu dilaknat oleh Allah dandilaknat oleh sekalian makhluk."

Disebutkan di dalam satu riwayat, bahawasanya apabila para makhluk dibangkitkan dari kubur, mereka semuanya berdiri tegak di kubur masing-masing selama 44 tahun UMUR AKHIRAT dalam keadaan TIDAK MAKAN dan TIDAK MINUM , TIDAK DUDUK dan TIDAK BERCAKAP .

Bertanya orang kepada Rasulullah saw :

'Bagaimana kita dapat mengenali ORANG-ORANG MUKMIN kelak di hari qiamat?'

Maka jawabnya Rasulullah saw:

'Umatku dikenali kerana WAJAH mereka putih disebabkan oleh WUDHU'. Bila qiamat datang maka malaikat datang kekubur orang mukmin sambil membersihkan debu di badan mereka KECUALI pada tempat sujud. Bekas SUJUD tidak dihilangkan. Maka memanggillah dari zat yang memanggil. Bukanlah debu 'itu dari debu kubur mereka, akan tetapi debu itu ialah debu KEIMANAN' mereka. Oleh itu tinggallah debu itu sehingga mereka melalui titian' SiratulMustaqim dan memasuki Alam SYURGA, sehingga setiap orang melihat para mukmin itu mengetahui bahawa mereka adalah pelayan Ku dan hamba-hambaKu."

Disebutkan oleh hadith Rasulullah saw bahawa sepuluh orangyang mayatnya TIDAK BUSUK dan TIDAK REPUT dan akan bangkit dalam tubuhasal diwaktu mati :-
1. Para Nabi
2 Para Ahli Jihad
3. Para Alim Ulama
4. Para Syuhada
5. Para Penghafal Al Quran
6. Imam atau Pemimpin yang Adil
7. Tukang Azan
8. Wanita yang mati kelahiran/beranak
9. Orang mati dibunuh atau dianiaya
10. Orang yang mati di siang hari atau di malam Jumaat jika mereka itu dari kalangan orang yang beriman.

Didalam satu riwayat yang lain dari Jabir bin Abdullah ra sabda Rasulullah saw:

"Apabila datang hari QIAMAT dan orang-orang yang berada di dalam kubur dibangkitkan maka Allah swt memberi wahyu kepada Malaikat Ridhwan: 'Wahai Ridhwan, sesungguhnya Aku telah mengeluarkan hamba-hamba Kuberpuasa ( Ahli Puasa ) dari kubur mereka di dalam keadaan letih dandahaga. Maka ambillah dan berikan mereka segala makanan yang digorengdan buah-buahan SYURGA. ' Maka Malaikat Ridhwan menyeru, wahai sekelian kawan-kawan dan semua anak-anak yang belum baligh, lalu mereka semua datang dengan membawa dulang dari nur dan berhimpun dekat Malaikat Ridhwan bersama dulang yang penuh dengan buahan dan minuman yang lazat dari syurga dengan sangat banyak melebihi daun-daun kayu dibumi. Jika Malaikat Ridhwan berjumpa mukmin maka dia memberi makanan itu kepada mereka sambil mengucap sebagaimana yang difirman oleh Allah swt di dalam Surah Al-Haqqah bermaksud :'Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan AMAL yang telah kamu kerjakan pada HARI yang telah LALU itu."

* Tolong sebarkan kisah ini kepada saudara Islam yang lain.
Ilmuyang bermanfaat ialah salah satu amal yang berkekalan bagi orang yangmengajarnya meskipun dia sudah mati.
' Dan ( ingatlah ) Allah sentiasamengetahui dengan mendalam akan apa jua yang kamu lakukan.' (SurahAl-Baqarah : 237)
Untuk renungan dan amalan bersama ..
DOA Nabi Allah Yunus
"LAA ILAHA ILLA ANTA SUBHANAKA INNI KUNTU MINALZHAALIMIIN

Khamis, 26 Januari 2012

SIAPA KITA DI SISI ALLAH?


SABTU, 3 APRIL 2010

SIAPA KITA DI SISI ALLAH?

Dinukil dari kitab Tanbihul Ghafilin (Peringatan Bagi Orang-orang Yang Lalai):

Siapa yang pagi-pagi sudah memikirkan dunia, maka dia pagi-pagi telah murka Allah kepadanya.

Siapa yang mengeluh kerana ditimpa musibah, maka dia mengeluhkan Tuhannya.

Siapa yang tidak hirau dari mana datangnya rezekinya, maka Allah tidak hirau dari pintu mana dia akan masuk neraka.

Sesiapa yang berbuat dosa sambil ketawa dia akan masuk neraka sambil menangis.

Sesiapa yang sibuk memuaskan nafsu syahwat semata-mata, maka Allah akan mencabut daripada hatinya takut akan akhirat.

Sesiapa yang merendah kepada orang kaya kerana kayanya, maka selalu terbayang di ruang matanya kemiskinannya.

Pedih bukan, bila mengenangkan sejauh manakah reputasi kita sebagai seorang 'hamba' disisi Tuhan kita? Namun ramai sekali manusia di dunia ini tidak merasa apa-apa pun dan ada juga yang terlupa langsung untuk menilik-nilik kedudukan dan melakukan semakan terhadap tahap prestasi sendiri di sisi Allah SWT.

Bagaimana cara mengukurnya?

Jikalau kita hendak mengetahui sejauh mana kita di sisi Allah, lihatlah kepada sejauh mana Allah di sisi kita. Allah SWT berfirman: "Ingatlah Aku nescaya Aku akan mengingati kamu."

Jadi, sejauh mana kita mengingati Allah, selama itulah Allah mengingati kita. Apabila kita ambil peduli pada Allah, Allah akan peduli pada kita. Bila kita bergantung harap padaNya, Dia akan membantu kita. Bila kita cinta padaNya, Dia akan menyintai kita. Bila kita takut padaNya, Dia akan melindungi kita.

Dan, bagaimana kita mati nanti adalah bergantung kepada bagaimana hidupnya kita. Kalau semasa hidup kita sering mengingati dan menyebut nama Allah, demikianlah pada saat-saat kematian nanti. Jangan pula apabila tiba saat itu, kata-kata dan ingatan tidak baik yang menerjah dan terzahir keluar dari diri kita lantaran ketika hidup dahulu kita ini jenis yang tidak pedulikan Tuhan!

Na'uzubillahi min zalik.